ASSALAMU ALAIKUM Wr. Wb
Sebagai
CAH BOTOSARI (anak DESA BOTOSARI), saya ingin menceritakan tentang sedikit lingkup dan tempat keberadaan desaku tercinta ini.
DESA BOTOSARI tepatnya berada dikecamatan Paninggaran, kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, INDONESIA. Luasnya hanya mencapai
23,780 HA dengan kepadatan penduduk sekitar 32,4%.
Secara geogarafis, desa botosari terletak di ketinggian antara
850-1350 m dari permukaan laut, serta dikelilingi oleh dua gunung yaitu gunung sepuring dan gunung surat.
Desa Botosari Yang Dilihat Dari Foto Satelit
Wilayah desa botosari sendiri terbagi menjadi tiga dusun atau delapan dukuh, yaitu
dusun botosari kulon yang meliputi
dukuh karang gondang, dukuh karang
tengah,
dusun botosari wetan meliputi
dukuh botosari (ndesa), dukuh gunung,
dukuh karang nangka dan
dusun gunung surat yang terdiri dari
dukuh
sijambu, dukuh gunung surat dan dukuh keturan.
Desa botosri berjarak sekitar 8 km
dari kecamatan paninggaran dan sekitar 30 km dari ibukota kabupaten
pekalongan (kota kajen).
Desa botosari berbatasan dengan 5 desa. Sebelah utara berbatasan dengan
desa bedagung, sebelah
barat dengan
desa sawangan, sebelah selatan dengan
desa kaliombo, untuk sebelah timur sendiri berbatasan dengan 2 desa yang sudah berada kecamatan, yaitu
desa
tembalang gunung (kec. Lebak barang kab. Pekalongan), dan
desa bedana
(kec.kalibening kab. Banjarnegara).
Desa Botosari memiliki komoditi sebagai penghasil sekaligus produsen home industri sapu
glagah arjuna sebagai salah satu mata pencaharian yang paling mendominasi hingga sekitar 75% lainnya bertani, berternak dan merantau.
SEJARA DESA BOTOSARI
BOTOSARI, berasal dari dua suku
kata yaitu: Boto yang berarti watu dan sari yang berarti harum, ini adalah tempat persinggahan putri Tanjungsari. Awal berdiri desa botosari masih
terkait erat dengan runtuhnya kerajaan “ mataram kalingga” yang
berpusat dicandi Borobudur (Magelang). Saat wangsa syailendra (jaman syailendra) karena
kekalahan perang yang didesak oleh kerajaan mataram hindu yang berpusat
di candi prambanan. Pengikut dari wangsa syailendra tersebut berusaha
melarikan diri kearah utara hingga samapi kesuatu tempat yang sekarang disebut dengan desa botosari. Sebelum ahirnya
pelarian tersebut dilanjutkan hingga sampai dwipa (palembang).
Rombongan pelarian
yang melewti selatan pekalongan tersebut adalah putri-putri dari
kerajaan kalingga. Rombongan singgah kemudian mendirikan
tempat peristirahatan dan tempat upacara berupa dua bangunan candi. Yang masyarakat sekitar
menyebutnya dengan dua nama yaitu:
1. candi putri, karena yang menghuni
adalah putri-putri tersebut.
2. candi
trenggalek karena candi tersebut dipakai untuk
menyimpan mainan berupa golek kencana (boneka).
Walaupun candi tersebut kelihatan pengap, bahkan tak terlihat jika dilihat dari desa karena tertutup rapat oleh semak beluakar dan pepohan yang lebat serta berlumut, namun candi tersebut tidak mengeluarkan bau-bau yang tidak sedap.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan dinas
kebudayaan. Percanadian tersebut runtuh karena tebalik, hingga satu dari dua
stupa yang ada terpisah. Satu masih didalam percandian sedangkan yang
satunya lagi berada didepan masjid. Saat ini yang terlihat adalah
puing-puingnya dari candi putri atau candi trenggalek.
sekian yang dapat aku sampaikan, semoga ini bisa menambah pengetahuan agan sekalian.
akhir kata
indahnya berbagi
Sumber: wikipedia, botosari.blogspot.com, cerita orang tua dan berbagai sumber lainnya